PANDUAN MEMBUAT KETERANGAN FOTO

Masih banyak citizen yang mengirim foto tanpa keterangan (description) atau malah tidak disertai keterangan sama sekali. Sebagai pertimbangan, Editor terpaksa tidak akan menayangkan foto yang dikirim tanpa kelengkapan data. Kenapa ketentuan pengisian keterangan foto harus dilakukan. Foto jurnalistik terdiri dari visual (foto) berkolaborasi dengan teks yang di antaranya terdiri dari keterangan atau disebut juga dengan description/caption yang berisi sejumlah kaidah 5W + 1H (what, when, where, who, why + How) Alasannya, tidak semua elemen di dalam foto dapat menjelaskan secara informatif, seperti lokasi, kapan foto tersebut dibuat, siapa di dalam foto tersebut. Maka kaidah 5W + 1H perannya adalah sangat penting. Berikut contoh keterangan foto yang cukup memenuhi kaidah tersebut:

Tarbini (66) –who-, pedagang poster presiden RI dan pahlawan, sedang membersihkan poster dagangannya yang dijual Rp 15.000 hingga Rp 25.000 –what- Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, -where- Rabu (6/6) –when-. Pria asal Garut ini telah memperdagangkan poster sejak 40 tahun lalu saat Bung Karno masih menjabat. Menurut ayah tujuh anak dan kakek dari dua cucu ini, pembeli poster Bung Karno masih mendominasi hingga saat ini –why-.

Teks keterangan foto harus menjelaskan apa yang tampak di foto. Sehingga pembaca puas dan memahami maksud foto itu. Mereka tidak ingin (dan sebaiknya tidak) mendapat keterangan lagi atas apa yang sudah tampak jelas dalam foto. Keterangan foto sebaiknya memberi penjelasan tambahan yang tidak tampak dalam foto. Sebagai contoh, suatu foto menggambarkan penjaga gawang yang melompat untuk menangkap bola, tetapi yang tidak kelihatan adalah bagaimana hasilnya. Teks foto harus bisa menjelaskannya. Keterangan foto harus ringkas, padat, tetapi tidak seperti telegram. Tidak seperti judul berita yang menggunakan kata sandang dan penghubung, keterangan foto sebaiknya seperti alinea dalam berita. Keterangan foto harus jelas dan langsung ke tujuannya. Hindari penulis bertele-tele. Jangan mengulang hal-hal yang sudah jelas dalam foto dengan menggunakan ungkapan: seperti yang terlihat, tampak dalam gambar di atas. Penulis teks keterangan foto sebaiknya tidak mengasumsikan apa yang sedang dipikirkan seseorang dalam foto itu atau mencoba menginterpretasikan perasaan dari ekspresinya. Sebaiknya berikan saja fakta-fakta dan serahkan kepada pembaca untuk memutuskan sendiri situasi yang ia lihat.